tepat setahun yang lalu kesaksianku di persidangan telah menggiringmu ke penjara.ketika itu mata kita sempat bertemu dan tak kulihat secuilpun amarahmu. terima kasih untuk tidak membenciku, yang ada justru aku yang membenci diriku sendiri.
sekutu dan seteru hanya persoalan waktu, katamu. dan lagi mata kita bertemu. dalam sorot itu yang kulihat hanya keyakinan bahwa kau bisa membalik semua kemungkinan. ini adalah hari kedua aku melanggar hukum karena menampung seorang buronan di sebuah rumah yang begitu tenang dan asri. di sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk persoalan kaum urban.

#fajardansenja

Advertisements

kepada senja

ini surat terakhir kutulis untukmu
semoga sampai tepat waktu
ketika kemarau telah berakhir
dan hujan mulai membasahi bumi
membasuh amis darah pertikaian
memadamkan api angkara murka
dan mengaliri telaga-telaga cinta

Hening

Kau marah dalam diammu
Kupahami tentu
Semua akan berlalu
Secepat waktu menggulungku
Melupakan yang telah lalu
Pasti kulakukan untukmu
Jika kau sedia menunggu

Hutan Kemasyarakatan, Solusi bagi Kaum yang Terpinggirkan

oleh : Vita Febrina

Perubahan paradigma pembangunan Kehutanan pada era reformasi telah memberikan angin segar dan harapan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan. Setelah puluhan tahun hanya menjadi penonton eksploitasi hutan oleh para pengusaha pemilik HPH, masyarakat sekarang diberikan kesempatan untuk mengelola hutan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Adalah program Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan dengan tetap memegang prinsip hutan lestari. Melalui Permenhut nomor 37 tahun 2007 tentang Hutan Kemasyarakatan, maka masyarakat setempat diberikan hak untuk mengelola hutan dengan tetap mempertahankan fungsi hutan tersebut.

Secara sederhana, Hutan Kemasyarakatan adalah Hutan Negara yang pemanfaatannya diutamakan untuk masyarakat setempat. Hutan tersebut bisa berupa Hutan Lindung atau Hutan Produksi. Untuk Hutan Lindung, masyarakat diizinkan mengelola kawasan dan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, serta pemanfaatan jasa lingkungan. Sebagai contoh, masyarakat dapat memungut rotan, menanam tanaman obat-obatan, budidaya jamur ataupun menanam tanaman yang buahnya dapat dipanen, dengan persyaratan tidak melakukan aktivitas penebangan di kawasan hutan. Sedangkan untuk hutan produksi, masyarakat diizinkan menebang kayu setelah mengantongi izin dan mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan.

Pengelola Hutan Kemasyarakatan adalah warga di sekitar kawasan hutan yang tergabung dalam kelompok tani yang mengajukan permohonan kepada kepala daerah untuk mengelola kawasan hutan disekitar tempat tinggal mereka. Permohonan ini akan diteruskan kepada Menteri Kehutanan untuk kemudian diberikan Izin Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan setelah dilakukan verifikasi sebelumnya.

Bersama Bu Indra (Direktorat Bina Perhutanan Sosial) dan tim, berakit-rakit menuju lokasi HKm di Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.

Muka tegang, takut diseruduk kijang (tidak ji temang,main2 ka’).

HARI BHAKTI RIMBAWAN, Menuju Hutan Lestari dan Masyarakat yang Sejahtera

oleh: vita febrina

29 tahun silam, tepatnya pada tanggal 16 Maret 1983, Presiden Soeharto dalam pidato pembentukan Kabinet Pembangunan IV menyampaikan perlunya pemecahan beberapa Departemen yang nantinya akan dikelola secara lebih intensif, termasuk di dalamnya Departemen Pertanian yang ketika itu masih membawahi sektor kehutanan. Sebuah cikal bakal terbentuknya Departemen Kehutanan yang hingga kini diperingati sebagai Hari Bhakti Rimbawan. Continue reading

naik perahu menuju pulau karampuang

pulau karampuang adalah pulau yang terletak di sebelah barat kota mamuju. pulau yang berbentuk mirip buaya ini menjadi salah satu obyek wisata kota mamuju. anda dapat menyeberang dengan perahu nelayan dan di pulau ini terdapat persewaan snorkeling. anda juga bisa memancing dengan menyewa perahu kecil nelayan.

menanam trembesi untuk lingkungan yang hijau