Sulbar dan Tantangan Revitalisasi Pertanian

oleh: vita febrina

Persoalan ketersediaan pangan dan sumber energi terbarukan, pada masa mendatang akan semakin berkembang menjadi isu sentral, baik dalam skala lokal, nasional maupun global. Pertumbuhan penduduk secara signifikan akan mempengaruhi kebutuhan terhadap stok pangan yang juga semakin meningkat. Sementara pada kenyataannya, alih-alih meningkatkan kapasitas produksi, beberapa waktu terakhir malah terjadi peningkatan konversi lahan pertanian ke non-pertanian, yang secara otomatis akan berdampak pada menurunnya produksi pertanian. Belum lagi jika kita berbicara tentang perlunya mencari sumber energi alternatif. Hasil pertanian juga merupakan salah satu tumpuan harapan bagi ketersediaan energi terbarukan di masa depan, semisal kebutuhan ethanol sebagai bahan baku biofuel.

Di samping persoalan ketersediaan lahan, permasalahan juga muncul dari segi ketersediaan sumber daya manusia. Regenerasi dalam pengelolaan sektor pertanian adalah masalah lain yang juga sangat mengkhawatirkan. Keengganan generasi muda untuk berusaha dalam bidang pertanian menambah urutan persoalan yang dihadapi pertanian di Indonesia. Dapat dipahami bahwa persoalan ini berpangkal dari kurangnya kesejahteraan petani yang menyebabkan profesi sebagai petani tidak masuk dalam daftar cita-cita anak muda karena dianggap sama sekali tidak menarik. Bahkan sarjana pertanian yang menganggur sekalipun banyak yang merasa bahwa pertanian bukanlah jalan hidup mereka sehingga mereka berbondong-bondong melamar pekerjaan di bidang yang sama sekali tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikan mereka semisal perbankan dan sebagainya. Hal ini tidak lain karena profesi sebagai petani seolah ditempatkan pada kasta bawah yang identik dengan kemiskinan. Ironis memang, pertanian yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan bangsa, menjadi semakin tersingkirkan baik secara ekonomi maupun politik.

Bagaimana dengan upaya revitalisasi pertanian? Sebenarnya pada tahun 2005 silam pemerintah telah mencanangkan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK). Namun, seperti kebanyakan program lain, kita tidak bisa atau mungkin sudah penat untuk berharap program yang dicanangkan pemerintah akan benar-benar berdampak langsung untuk mengatasi persoalan di lapangan. Revitalisasi Pertanian pada awalnya merupakan sebuah kesadaran mengenai pentingnya pertanian bagi kehidupan bangsa Indonesia. Kesadaran bahwa Indonesia akan menjadi negara besar jika mampu mendayagunakan pertaniannya (Bayu Krishnamurti, 2006).

Kesadaran inilah yang semestinya ditanamkan sebagai bekal pembangunan daerah, terutama daerah yang masih muda seperti Sulawesi Barat. Keseriusan dalam pembangunan pertanian dan kegigihan untuk mengembangkan sumber energi terbarukan adalah langkah awal yang sangat realistis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam percepatan pembangunan daerah baru. Sebab, bagaimanapun harus diakui bahwa pertanian adalah nafas negeri ini. Bukankah Indonesia yang kaya ini sudah selayaknya menjadi pengekspor kebutuhan pangan dunia, bukan malah sebaliknya, seperti yang terjadi hari ini.

Lantas bagaimana memulainya? Hal pertama yang harus dilakukan adalah inventarisasi potensi pertanian. Potensi pertanian disini hendaknya dipahami tidak dalam artian sempit, melainkan pertanian dalam artian yang luas yang meliputi sektor lain seperti peternakan, perikanan dan kehutanan. Riset yang akurat harus digiatkan yang hasilnya dijadikan sebagai pijakan bagi perencanaan revitalisasi pertanian di daerah ini. Kita hendaknya jangan terpaku ataupun latah terhadap tren yang sudah ada semisal pengembangan kakao dan sawit. Sebaliknya, diperlukan kemauan untuk membuka diri terhadap ide-ide kreatif untuk mengembangkan pertanian yang sustainable atau berkelanjutan baik bagi ekonomi maupun bagi keberlangsungan lingkungan hidup yang lestari. Contoh sederhana, banyak hasil hutan non kayu yang ternyata berpotensi untuk dikembangkan seperti rotan, gula aren, kemiri atau juga bahan baku benang sutra. Potensi ini jika dikembangkan akan menjadi solusi melestarikan hutan namun tetap memanfaatkan hasilnya dengan tetap menjaga ekosistem. Disamping itu, daerah Sulawesi Barat yang terhampar di sepanjang pantai barat Sulawesi juga memiliki potensi perikanan dan rumput laut yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, sumber daya alam ini akan dapat diandalkan bagi pemasukan dan pembangunan daerah, terutama kawasan pesisir pantai.

Teknologi pertanian juga merupakan hal yang tidak kalah penting untuk diterapkan agar hasil pertanian dapat dimanfaatkan seefektif mungkin. Pengelolaan batok dan sabut kelapa serta sisa pengolahan kayu misalnya, sama sekali belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal kesemuanya bisa dijadikan bahan baku pembuatan briket yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif selain gas ataupun sebagai pengganti minyak tanah yang semakin langka dan mahal. Penggunaan bahan bakar alternatif ini, sedikit banyak juga akan menyelamatkan hutan karena akan mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan bakar.

Setelah melakukan riset dan inventarisasi potensi pertanian, langkah selanjutnya yang tidak bisa ditawar lagi harus dilaksanakan adalah penyediaan akses terhadap pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam pertanian di samping peningkatan sarana dan infrastruktur yang mendukung pengembangan pertanian. Dan hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah regenerasi sumber daya manusia pertanian. Penyadaran generasi muda terhadap arti penting pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani adalah kemestian, di samping peningkatan teknologi pertanian, sehingga kaum muda mulai tertarik untuk bertahan dan melanjutkan usaha di bidang pertanian ketimbang menjadi buruh di kota, seperti  fenomena yang belakangan terjadi.

Akhirnya, semuanya berpulang pada itikad baik pemerintah daerah dan segenap elemen masyarakat untuk secara serius membangun ataupun melakukan revitalisasi pertanian di daerah ini. Karena bagaimanapun, pertanian adalah denyut nadi bangsa ini yang harus terus diperjuangkan kedaulatan dan kebangkitannya, menuju bangsa yang sejahtera dan berkeadilan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: